Kamis, 17 Desember 2015

Repost News :D


Kemarau Tiba, Krisis Air Melanda Masyarakat

Rabu (21/10) yang lalu, krisis air terjadi di beberapa rumah warga sekitar kawasan Lingkar Timur dan Unib belakang. Hal tersebut terjadi akibat sumur air yang biasa digunakan mengalami kekeringan, bukan hanya akibat kekeringan sumur saja, namun air pam dari pdam juga ikut tidak mengalir.
“Air di rumah ini tidak mengalir sudah semenjak dua minggu yang lalu, setelah itu mengalir kembali, dan sudah sekitar dua hari ini tidak mengalir lagi”.Tutur TM
Krisis air tersebut terjadi akibat kemarau semenjak beberapa bulan lalu, bukan hanya kebutuhan rumah tangga yang menjadi terganggu, namun juga aktivitas yang lain. Beberapa mahasiswa kawasan Unib belakang juga mengalami hal yang sama.
“Air di kawasan ini biasanya mengalir terus, namun semenjak kemarau air yang mengalir sedikit keruh dan juga sempat macet. Jadi terpaksa kami harus menumpang mandi di tempat teman, dan sebagai penjaga pondokan saya sedikit risih karena banyak anak pondokan yang protes”. Tutur RE
Menjawab perihal tersebut, pihak PDAM menuturkan bahwa permasalahan terbesarnya adalah karena musim kemarau “Untuk saat ini hampir di setiap tempat mengalami kekeringan, hal tersebut terkait kondisi sungai yang krisis berkurang mencapai 50 persen. Strategi yan dilakukan juga tetap akan membuat air berkurang setiap harinya. Sekarang tentunya kita berharap agar kekeringan ini berakhir. (pip)


Pahlawan Mahasiswa, Pertalite

Pasca diturunkannya bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Indonesia meresmikan bahan bakar minyak (BBM) terbaru yaitu pertalite. Bahan bakar minyak tersebut dinilai lebih menguntungkan, hal tersebut terkait dengan harga dan kualitas.
Pengawas SPBU, Julian (28) menuturkan bahwa pertalite baru masuk ke Bengkulu bulan Oktober dan langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat khususnya mahasiswa. “Pertalite memiliki oktan 90, sedangkan premium 88. Saat ini di Bengkulu,  pertalite sudah ada di 3 cabang SPBU, seperti Rawa makmur, km 6,5 dan Bumi Ayu dan setiap harinya sudah menghabiskan 1-1,5 ton liter”.
Menurut Mahasiswa Universitas Bengkulu, Tarmizi (19), munculnya pertalite tersebut sangat menguntungkan bagi mahasiswa. Hal tersebut terkait ukuran kantong mahasiswa “Saya beralih menggunakan pertalite semenjak dua minggu yang lalu, harganya terkangkau, kualitas cukup bagus, tarikan lebih kencang, membuat mesin lebih halus, dan irit. Bisa dikatakan kehairan pertalite seperti pahlawan bagi mahasiswa”.
Perihal ke depan, belum bisa di pastikan premium akan digantikan atau tidak oleh pertalite, hal tersebut dikarenakan pihak SPBU masih menuggu kebijakan dari peerintah Indonesia. (pip)

ON THE RECORD

“Aksi Pengamanan di Festival Tabot”
Kamis (15/8), penertiban jalan diantara kanan dan kiri rumah gubernur mulai ditingkatkan kinerjanya. Pasalnya, setelah dipasangnya spanduk yang berupa dilarang parkir dan berjualan, masih ada beberapa motor dan pedangang yang parkir dan berjualan di area tersebut.
Menurut Isman, selaku koordinator lapangan penertiban festival tabot, pengguna motor dan pedagang tidak mau bekerja sama untuk melakukan penertiban. “Padahal spanduk sudah kami sediakan sebagai bentuk sosialisasi, tetapi masih ada pengguna motor dan pedagang yang tidak mau bekerjasama untuk menertibkan sekitar area jalan” ujar Isman.
“Penertiban jalan ini adalah bertujuan untuk jalan masuk menuju festival tabot. Selain itu, jalan ini juga akan dimanfaatkan untuk kerabat tabot melakukan pawai menuju ke rumah gubernur, dan kemudian menuju panggung utama festival tabot” ujar Isman lagi.
“Pihak Satpol PP dan Kepolisian sudah mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat sekitar, namun faktanya masih ada juga yang melanggar aturan tersebut. Maka dari itu, pihak keamanan akan mengeksekusi langsung bagi motor dan pedagang yang masih memanfaatkan area kanan dan kiri rumah dinas Gubernur ini.
Dan terhadap motor yang dipindahkan dari area dilarang tersebut, pihak keamanan akan tetap bertanggung jawab “Tentu saja, pihak keamanan akan tetap bertanggung  jawab. Bila ada pemilik motor yang bertanya,  maka kami akan menginformasikan langsung”. Tutup Isman. (pip)


ON THE BACKGROUND

“PGSD Adakan Event Tahunan Terbesar, PGSD Expo ke-7”
Sabtu(17/10) lalu, rangkaian kegiatan PGSD Expo ke-7 sudah memasuki hari ke lima. Kegiatan PGSD ke-7 tahun 2015 ini merupakan event terbesar di prodi PGSD setiap tahunnya.
“Kegiatan PGSD Expo tahun ini berlokasikan di Gedung  PGSD, diadakan dari tanggal 13-20 Oktober 2015. Rangkaian kegiatan diantaranya ada puisi, da’i cilik, tafiz, pop song, dangdut song, mewarnai, dan futsal”, tutur  RS.
Menurut RS sasaran utama dari kegaiatan ini adalah anak SD, hal ini terkait dengan background prodi PGSD. Namun di beberapa perlombaan juga mencakup pelajar, mahasiswa, dan umum. Dari masing-masing item perlombaan akan diambil tiga juara, dan ketiga juara tersebut akan diberikan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan.
“Melalui kegiatan PGSD Expo ke-7 ini diharapkan dapat mendekatkan prodi PGSD Universitas Bengkulu dengan masyarakat, khususnya masyarakat luar, serta menjadi tempat menyalurkan minat dan bakat setiap peserta. Tentunya diharapkan PGSD Expo tahun selanjutnya akan lebih meriah lagi” tutup RS. (pip)


ON DEEP BACKGROUND

“Pengrajin Atap Rumbia Masih Dapat di Temukan di Bengkulu”
Sabtu  (3/10)  lalu,  kerajinan  tradisional  masyarakat  Bengkulu,  Atap Rumbia saat ini masih dapat dijumpai di Kawasan  Tanjung  Jaya  Kota  Bengkulu.
Di sepanjang  trotoar jalan Kelurahan  Tanjung Jaya Kota Bengkulu ini dapat dilihat tumpukan  atap rumbia  yang  biasa  diletakkan  untuk  dapat  dibeli  oleh masyarakat pengguna jalan. Kerajinan atap rumbia ini merupakan salah satu kerajinan tradisional masyarakat  Kelurahan  Tanjung  Jaya. Bahan  baku  pembuatan  atap  rumbia ini berupa daun rumbia yang biasanya didapatkan di kebun belakang rumah. Atap rumbia biasanya dihargai sebesar 3 ribu rupiah.
Kegunaan  atap  rumbia  ini  biasanya  dapat  dijadikan  sebagai  atap untuk kandang ternak bagi  masyarakat  yang  menernak  hewan  dan  dapat juga digunakan untuk atap pos kamling.
Melalui kerajinan atap rumbia ini diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat, khususnya pengrajin rumbia. Dan tentunya memberikan dampak positif untuk kerajinan tradisional masyarakat Bengkulu itu sendiri. (pip)

Skripsi, Akhir Perjuangan Mahasiswa

Skripsi merupakan akhir dari perjuangan setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi. Meskipun saat ini skripsi sudah tidak diwajibkan sebagai penentu kelulusan mahasiswa, namun ada beberapa Universitas di Provinsi Bengkulu yang masih mengharuskan mahasiswanya untuk mengambil skripsi, salah satunya Universitas Bengkulu.
Tujuan masih diadakannya skripsi di Universitas Bengkulu adalah sebagai penegak tri dharma perguruan tinggi yang mengharuskan mahasiswa mengadakan penelitian. Ditemui ketua jurusan Administrasi, Jarto Tarigan, negara kamis (26/11) lalu, menjelaskan bahwa didalam tri dharma perguruan tinggi terdapat 3 komponen yaitu proses pengajar, pengabdian dan penelitian. Jika skripsi dihilangkan, maka sama saja menistakan tri dharma perguruan tinggi tersebut.
“Tidak ada penyusunan jadwal secara khusus didalam skripsi. Jika mahasiswa sudah mengikuti seminar proposal, ujian komprehensif dan di acc oleh dosen pembimbing, maka mahasiswa tinggal menentukan jadwal sendiri artinya mahasiswa menghubungi dosen pembimbing masing-masing. Setelah fix mahasiswa mendaftar ke list skripsi dan terakhir sidang” jelas Jarto.
“Kritria penilaian skripsi berupa isi atau substansi skripsi, penguasaan materi dan bisa mempertanggung jawabkan isi” tutup Jarto.
Rozi, salah satu mahasiswa ilmu administrasi negara yang tengah menjalani skripsi menuturkan menyelesaikan skripsi merupakan sebuah tantangan. “Sudah memasuki tahun ke 4 ini skripsi yang digarap masih dalam proses, menggarap skripsi merupakan sebuah tantangan dan kewajiban. Pokoknya hujan, badai hantam untuk skripsi yang maksimal” jelas Rozi.
“Melalui skripsi tersebut tentunya diharapkan mahasiswa mengetahui dan mampu dalam melakukan penelitian, serta mahir di bidangnya khususnya ilmu administrasi negara”, tutup Rozi. (pip)

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar