Kemarau
Tiba, Krisis Air Melanda Masyarakat
Rabu
(21/10) yang lalu, krisis air terjadi di beberapa rumah warga sekitar kawasan
Lingkar Timur dan Unib belakang. Hal tersebut terjadi akibat sumur air yang
biasa digunakan mengalami kekeringan, bukan hanya akibat kekeringan sumur saja,
namun air pam dari pdam juga ikut tidak mengalir.
“Air
di rumah ini tidak mengalir sudah semenjak dua minggu yang lalu, setelah itu
mengalir kembali, dan sudah sekitar dua hari ini tidak mengalir lagi”.Tutur TM
Krisis
air tersebut terjadi akibat kemarau semenjak beberapa bulan lalu, bukan hanya
kebutuhan rumah tangga yang menjadi terganggu, namun juga aktivitas yang lain. Beberapa
mahasiswa kawasan Unib belakang juga mengalami hal yang sama.
“Air
di kawasan ini biasanya mengalir terus, namun semenjak kemarau air yang mengalir
sedikit keruh dan juga sempat macet. Jadi terpaksa kami harus menumpang mandi
di tempat teman, dan sebagai penjaga pondokan saya sedikit risih karena banyak
anak pondokan yang protes”. Tutur RE
Menjawab
perihal tersebut, pihak PDAM menuturkan bahwa permasalahan terbesarnya adalah
karena musim kemarau “Untuk saat ini hampir di setiap tempat mengalami
kekeringan, hal tersebut terkait kondisi sungai yang krisis berkurang mencapai
50 persen. Strategi yan dilakukan juga tetap akan membuat air berkurang setiap
harinya. Sekarang tentunya kita berharap agar kekeringan ini berakhir. (pip)
Pahlawan Mahasiswa, Pertalite
Pasca
diturunkannya bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Indonesia meresmikan bahan
bakar minyak (BBM) terbaru yaitu pertalite. Bahan bakar minyak tersebut dinilai
lebih menguntungkan, hal tersebut terkait dengan harga dan kualitas.
Pengawas
SPBU, Julian (28) menuturkan bahwa pertalite baru masuk ke Bengkulu bulan
Oktober dan langsung mendapatkan respon positif dari masyarakat khususnya
mahasiswa. “Pertalite memiliki oktan 90, sedangkan premium 88. Saat ini di
Bengkulu, pertalite sudah ada di 3
cabang SPBU, seperti Rawa makmur, km 6,5 dan Bumi Ayu dan setiap harinya sudah
menghabiskan 1-1,5 ton liter”.
Menurut
Mahasiswa Universitas Bengkulu, Tarmizi (19), munculnya pertalite tersebut
sangat menguntungkan bagi mahasiswa. Hal tersebut terkait ukuran kantong mahasiswa
“Saya beralih menggunakan pertalite semenjak dua minggu yang lalu, harganya
terkangkau, kualitas cukup bagus, tarikan lebih kencang, membuat mesin lebih
halus, dan irit. Bisa dikatakan kehairan pertalite seperti pahlawan bagi
mahasiswa”.
Perihal
ke depan, belum bisa di pastikan premium akan digantikan atau tidak oleh
pertalite, hal tersebut dikarenakan pihak SPBU masih menuggu kebijakan dari
peerintah Indonesia. (pip)
ON
THE RECORD
“Aksi Pengamanan di Festival Tabot”
Kamis
(15/8), penertiban jalan diantara kanan dan kiri rumah gubernur mulai
ditingkatkan kinerjanya. Pasalnya, setelah dipasangnya spanduk yang berupa
dilarang parkir dan berjualan, masih ada beberapa motor dan pedangang yang
parkir dan berjualan di area tersebut.
Menurut
Isman, selaku koordinator lapangan penertiban festival tabot, pengguna motor
dan pedagang tidak mau bekerja sama untuk melakukan penertiban. “Padahal
spanduk sudah kami sediakan sebagai bentuk sosialisasi, tetapi masih ada
pengguna motor dan pedagang yang tidak mau bekerjasama untuk menertibkan
sekitar area jalan” ujar Isman.
“Penertiban
jalan ini adalah bertujuan untuk jalan masuk menuju festival tabot. Selain itu,
jalan ini juga akan dimanfaatkan untuk kerabat tabot melakukan pawai menuju ke
rumah gubernur, dan kemudian menuju panggung utama festival tabot” ujar Isman
lagi.
“Pihak
Satpol PP dan Kepolisian sudah mensosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat
sekitar, namun faktanya masih ada juga yang melanggar aturan tersebut. Maka
dari itu, pihak keamanan akan mengeksekusi langsung bagi motor dan pedagang
yang masih memanfaatkan area kanan dan kiri rumah dinas Gubernur ini.
Dan
terhadap motor yang dipindahkan dari area dilarang tersebut, pihak keamanan
akan tetap bertanggung jawab “Tentu saja, pihak keamanan akan tetap
bertanggung jawab. Bila ada pemilik
motor yang bertanya, maka kami akan
menginformasikan langsung”. Tutup Isman. (pip)
ON THE BACKGROUND
“PGSD
Adakan Event Tahunan Terbesar, PGSD Expo ke-7”
Sabtu(17/10)
lalu, rangkaian kegiatan PGSD Expo ke-7 sudah memasuki hari ke lima. Kegiatan
PGSD ke-7 tahun 2015 ini merupakan event terbesar di prodi PGSD setiap
tahunnya.
“Kegiatan
PGSD Expo tahun ini berlokasikan di Gedung PGSD, diadakan dari tanggal 13-20 Oktober
2015. Rangkaian kegiatan diantaranya ada puisi, da’i cilik, tafiz, pop song,
dangdut song, mewarnai, dan futsal”, tutur RS.
Menurut
RS sasaran utama dari kegaiatan ini adalah anak SD, hal ini terkait dengan
background prodi PGSD. Namun di beberapa perlombaan juga mencakup pelajar,
mahasiswa, dan umum. Dari masing-masing item perlombaan akan diambil tiga
juara, dan ketiga juara tersebut akan diberikan piala, piagam penghargaan, dan
uang pembinaan.
“Melalui
kegiatan PGSD Expo ke-7 ini diharapkan dapat mendekatkan prodi PGSD Universitas
Bengkulu dengan masyarakat, khususnya masyarakat luar, serta menjadi tempat
menyalurkan minat dan bakat setiap peserta. Tentunya diharapkan PGSD Expo tahun
selanjutnya akan lebih meriah lagi” tutup RS. (pip)
ON DEEP BACKGROUND
“Pengrajin Atap Rumbia Masih Dapat
di Temukan di Bengkulu”
Sabtu (3/10)
lalu, kerajinan tradisional masyarakat Bengkulu, Atap Rumbia saat ini masih dapat dijumpai di
Kawasan Tanjung Jaya Kota
Bengkulu.
Di
sepanjang trotoar jalan Kelurahan Tanjung Jaya Kota Bengkulu ini dapat dilihat
tumpukan atap rumbia yang biasa
diletakkan untuk dapat dibeli oleh
masyarakat pengguna jalan. Kerajinan atap rumbia ini merupakan salah satu
kerajinan tradisional masyarakat Kelurahan
Tanjung Jaya. Bahan baku pembuatan
atap rumbia ini berupa daun
rumbia yang biasanya didapatkan di kebun belakang rumah. Atap rumbia biasanya
dihargai sebesar 3 ribu rupiah.
Kegunaan
atap rumbia ini biasanya
dapat dijadikan sebagai atap untuk kandang ternak bagi masyarakat yang menernak hewan dan dapat
juga digunakan untuk atap pos kamling.
Melalui
kerajinan atap rumbia ini diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat,
khususnya pengrajin rumbia. Dan tentunya memberikan dampak positif untuk
kerajinan tradisional masyarakat Bengkulu itu sendiri. (pip)
Skripsi,
Akhir Perjuangan Mahasiswa
Skripsi
merupakan akhir dari perjuangan setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di
perguruan tinggi. Meskipun saat ini skripsi sudah tidak diwajibkan sebagai
penentu kelulusan mahasiswa, namun ada beberapa Universitas di Provinsi
Bengkulu yang masih mengharuskan mahasiswanya untuk mengambil skripsi, salah
satunya Universitas Bengkulu.
Tujuan
masih diadakannya skripsi di Universitas Bengkulu adalah sebagai penegak tri
dharma perguruan tinggi yang mengharuskan mahasiswa mengadakan penelitian.
Ditemui ketua jurusan Administrasi, Jarto Tarigan, negara kamis (26/11) lalu, menjelaskan
bahwa didalam tri dharma perguruan tinggi terdapat 3 komponen yaitu proses
pengajar, pengabdian dan penelitian. Jika skripsi dihilangkan, maka sama saja
menistakan tri dharma perguruan tinggi tersebut.
“Tidak
ada penyusunan jadwal secara khusus didalam skripsi. Jika mahasiswa sudah
mengikuti seminar proposal, ujian komprehensif dan di acc oleh dosen
pembimbing, maka mahasiswa tinggal menentukan jadwal sendiri artinya mahasiswa
menghubungi dosen pembimbing masing-masing. Setelah fix mahasiswa mendaftar ke
list skripsi dan terakhir sidang” jelas Jarto.
“Kritria
penilaian skripsi berupa isi atau substansi skripsi, penguasaan materi dan bisa
mempertanggung jawabkan isi” tutup Jarto.
Rozi,
salah satu mahasiswa ilmu administrasi negara yang tengah menjalani skripsi
menuturkan menyelesaikan skripsi merupakan sebuah tantangan. “Sudah memasuki
tahun ke 4 ini skripsi yang digarap masih dalam proses, menggarap skripsi
merupakan sebuah tantangan dan kewajiban. Pokoknya hujan, badai hantam untuk
skripsi yang maksimal” jelas Rozi.
“Melalui
skripsi tersebut tentunya diharapkan mahasiswa mengetahui dan mampu dalam
melakukan penelitian, serta mahir di bidangnya khususnya ilmu administrasi
negara”, tutup Rozi. (pip)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar